06 September 2020

Rindu Kampung

Rindu Kampung

Disela WFH, Waktu menunjukan pukul 11.00, 4 september 2020 terpikir hendak melihat aturan maskapai jika  hendak beterbangan. 
Ternyata memang harus rapid apalagi dengan kasus corona semakin meningkat. Langsung membuka aplikasi halo doc untuk mencari rapid test dengan jadwal tercepat. Akhirnya mendapat fasilitas rapid test drive thru di cibis, cilandak, dan jadwal tercepat adalah pukul 15.00 WIB. 
Tanpa pikir panjang, hanya butuh 30 menit dari rumah ke tempat rapid tersebut, ternyata ada banyak orang yang hendak melakukan rapid test. 
Terlihat para petugas sangat responsive, menyapa dan menanyakan paket apa yang diambil pada aplikasi halo doc. Apakah swab atau rapid.
Butuh waktu 15 menit giliran saya untuk proses pengambilan sample darah oleh petugas, dan 2 jam untuk hasil pemeriksaan dalam bentuk digital. Sangat cepat dan terbantu sekali dengan fasilitas drive  thru dari halo doc ini. 
Waktu telah menunjukkan pukul 17.00 dan hasil rapid test sudah keluar dengan hasil non reaktif. 
Tanpa berpikir panjang lagi saya langsung mengecek tiket pesawat tujuan kampung halaman, yang tentunya mencari jadwal pagi agar nanti minggu saya bisa pulang di minggu sore. 
Akhirnya saya membeli tiket dengan pesawat lion pukul 08.00, harga tiket pun sangat di bawah standar harga-harga sebelum corona.
Karena momen rindu pulang kampung ini sangat mendadak sekali untuk melihat sosok hebat ibu kami yang rindunya bukan main, melihat kondisi beliau, karena rasa rindu tidak terlihat tapi bisa dirasakan, tidak terbayarkan hanya berinteraksi via video call. 
Bangun pagi teringat pesan adek untuk dibawakan buah anggur dan strobery yang merupakan buah "spesial" bagi keluarga kami. 
Langsung saja habis subuh, saya bergegas ke toko sayur dan buah, langganan yang sudah buka dari jam 04.00 pagi.alhamdulillah buah-buah yang diinginkan didapat dengan lengkap. 
Dan waktu menunjukan pukul 05.30, dengan taksi blue bird yang suah siap mengantarkan saya ke bandara untuk berjumpa dengan ibu tersayang kami. 
Memang kondisi covid-19 memberikan hikmah tersendiri, jalanan lengang, bahkan setibanya dibandara sangat lengang tanpa perlu antri yang lams layaknya hari normal-normal sebelumnya. 
Namun tetap protokol kesehatan covid-19 tetap dijalankan dan dipatuhi oleh semua pihak dibandara, baik petugas maupun para penumpang.
Proses check in telah dilakukan 
, saatnya menunggu jadwal boarding untuk masuk pesawat lion air yang tepat waktu dibanding kondisi normal sebelumnya. 
Panggilan boarding pun tiba dan persiapan masuk ke pesawat sudah diberitahukan. 
Tak sabar rasanya ingin berjumpa dengan kampung halaman yang tidak ditengok lebih dari 1 tahun, dan itu persis ketika 1 tahun bapak meninggal, yang artinya bapak telah 2 tahun lebih pergi untuk menghadap kehariban sang khalik. 
Pesawat telah mendarat di bandara Hanandjoedin tepat pukul 8.55 WIB hanya 50menit untuk tiba dikampung halaman dari jakarta. 
Hp pun berdering yang menginfokan kalau adik saya sudah tiba di bandara. Tidak sulit menemukan adik yang hebat ketika menjemput dibandara. 
Kami pun tidak bersalaman dan berpelukan seperti biasanya,sama-sama menahan rindu. Saya akan mandi dulu baru kita salaman, menjaga agar selalu bersih dari perjalanan dari jakarta-belitung. 
Sampai di rumah langsung mandi dan merendam pakaian dengan deterjen barulah saya bersalaman, berpelukan dengan semua para adek dan tentunya dengan sang ibu yang sudah terharu duluan dan saya juga tidak bisa menahan kerinduan kepada "umak" Panggilan kami untuk sang bunda. 
Momen-momen inilah yang kami tunggu, kerinduan walau tanpa sang bapak. Kami yakin kalau beliau melihat kerinduan itu semua walau tidak terlihat oleh kami semua. 
Memang sejauh apapun kita pergi ketika pulang kampung rasanya gambaran masa kecil selalu nampak dalam potret pikiran atas masa lalu di rumah.
Kelakar merupakan kegiatan orang belitung sebagai pengobat rindu, ditambah dengan cerita-cerita masa lalu menambah kerinduan atas kampung halaman. 
Semoga corona ini bisa pergi agar kehidupan normal kembali lagi, karena memang kampung terasa juga dampaknya dengan sepinya wisatawan yang ke belitung. 

5 September 2020.